Dimulai dari dakwah di kampus STIT JOMBANG/LPBA sunan Ampel tahun 1989 dan berlanjut berdakwah dari kampus ke kampus sejak tahun 1993 seorang dai muda bernama Ust.Junaedi Sahal mulai membentuk Majelis ilmi pada tanggal 2 sept 1998, diikuti beberapa mahasiswa ITS, yang beberapa tahun kemudian diberi nama, Dar Alkayyis. Tidak ada yang istimewa kelihatannya akan tetapi keistiqomahan dakwahnya untuk membina mahasiswa berkembang dari satu majelis hingga mencapai 32 majelis rutin baik mingguan maupun bulanan, baik dari kampus, kampung, kalangan pengusaha maupun masyarakat umum.

Basis taklimnya memang dominan memberikan concern besar pada para akademisi dan kalangan kampus, hal ini dikarenakan menurut pandangan Ust.Junaidi mahasiswa adalah agen perubahan, yang menentukan arah sebuah gerakan. Dan gerakan itu akan bertambah dashyat saat disinergikan dengan ummat diluar kampus.

Demi tetap menjaga komunikasi dengan para santrinya yang bertebaran hingga ke luar negeri maka proses ngaji harus tetap berjalan, maka Dar Alkayyis yang    familiar    dengan    sebutan   “DK ”   juga memanfaatkan teknologi media sosial, hampir 17 grup Whatsapp yang beliau tangani sebagai aktivitas taklim di dunia maya. Demi tetap menjaga ukhuwah dengan mad’u dakwah kata beliau, setelah taklim rutinnya di markas DK di jemur andayani 13 no 18 Surabaya.

Bagaimanapun masyarakat awam yang masuk di grup sosmed Dar Alkayyis ini menjadi dekat dengan ustadznya. Ini adalah pendekatan dakwah yang patut ditiru di era kecanggihan teknologi masa kini.